Cara mengakses situs yang diblokir


Belakangan ini, internet di Indonesia mulai tidak bebas, terutama setelah aturan menkominfo mulai diberlakukan. Aturan yang menginstruksikan seluruh ISP untuk memblokir situs-situs yang dianggap bermuatan negatif ini sebenarnya bersifat positif, namun dalam pelaksanaan-nya subjektifitas akan sangat berperan dan bisa menjadi bumerang. Sebagai contoh, situs yang sebenarnya (menurut saya) tidak bersifat negatif, namun disalah-gunakan oleh sebagian penggunanya, seperti The Pirate Bay dan Manga Reader turut menjadi korban dan ikut terblokir. Hal ini sangat mengganggu bagi pengguna yang memanfaatkan situs tersebut untuk hal-hal positif.

Berikut adalah tampilan yang disajikan oleh xl ketika mencoba membuka halaman-halaman yang diblokir:
image

Untuk mengatasi ini, sebenarnya terdapat banyak alternatif cara, semuanya dapat dikategorikan dalam kelompok Anonymous Browsing. Cara ini dapat melewati blokir yang dipasang oleh mayoritas provider karena pada dasarnya provider tidak mengetahui apa yang sedang kita telusuri di dunia maya. Karena tidak mengetahui, maka provider pun tidak dapat melakukan pemblokiran. Mekanisme serupa digunakan di Cina agar dapat berselancar dengan lebih aman dan leluasa.

Salah satu cara yang paling efektif untuk melakukan Anonymous Browsing pada saat ini adalah melalui jaringan Tor atau proxy tertentu. Dua cara paling mudah untuk melakukan ini adalah dengan menggunakan Tor Browser atau Vidalia.

Tor Browser dan Vidalia sebenarnya dua aplikasi yang menggunakan mekanisme yang sama, bahkan bisa dikatakan sebagai satu kesatuan. Lebih jelasnya, vidalia merupakan antar muka untuk melakukan konfigurasi dan koneksi ke jaringan Tor, sedangkan Tor Browser memanfaatkan jaringan Tor untuk berselancar. Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa jika hanya menggunakan Vidalia, maka masih diperlukan suatu perambah untuk berselancar di internet. Hal ini memiliki keuntungan tersendiri, terutama jika memang tidak terlalu mengkhawatirkan aspek privasi penggunaaan.

Menggunakan Tor Browser

Tor Browser pada dasarnya merupkan perambah Firefox yang bersifat portable dan telah diatur sedemikian rupa agar berselancar menjadi lebih privat. Karena memang pada dasarnya Tor Browser adalah Firefox, pengguna yang telah biasa menggunakan firefox tidak akan menemukan masalah signifikan dalam beradapatasi. Meskipun demikian, karena sifatnya yang privat, Tor Browser secara default tidak menyediakan beberapa plugin populer seperti flash player, dsb. Hal ini mengakibatkan berselancar menjadi sedikit terbatas, terutama pada halaman yang membutuhkan plugin tertentu (eg: YouTube). Secara detail, berikut adalah cara menggunakan Tor Browser:

  1. Unduh Tor Browser pada alamat https://www.torproject.org/download/download.html.en.
    image
  2. Buka file hasil unduh, pilih bahasa instalasi, kemudian pilih OK
    image
  3. Tentukan lokasi instalasi. Mengingat sifatnya yang portable, lokasi instalasi bisa dimana saja (bahkan flash disk). Lanjutkan dengan memilih install.
    image
  4. Pada halaman akhir instalasi, tekan finish setelah mengaktifkan pilihan ‘Run Tor Browser Bundle.
    image
  5. Pilih connect agar perangkat yang digunakan terhubung dengan jaringan Tor.image
  6. Tunggu beberapa saat hingga proses melakukan koneksi selesai. Dalam kondisi jaringan cepat, proses ini dapat selesai dalam hitungan 10 detik, namun dalam kondisi jaringan yang tidak stabil, proses ini dapat memakan waktu hingga 5-10 menit.
    image
  7. Selanjutnya, akan muncul jendela perambah firefox. Pada jendela tersebut, aktifitas berselancar dapat dilakukan tanpa ada batasan situs yang dapat diakses
    image
    Dan akhirnya berhasil Open-mouthed smile
    image

Menggunakan Vidalia

Cara kedua ini memang sedikit lebih rumit, namun seperti yang telah disebutkan di atas, memiliki keuntungan dapat menggunakan perambah yang biasa digunakan. Hal ini tentunya akan lebih nyaman dan mudah, terutama jika perambah yang biasa digunakan telah diatur dan dipasang dengan plugin favorit.

Konfigurasi Vidalia

  1. Download Vidalia Bridge Bundle dari alamat: https://www.torproject.org/download/download.html.en 
    image
  2. Extract file zip yang diunduh. Dalam hal ini, saya menggunakan iZarc untuk melakukan extract, namun dapat menggunakan aplikasi lain seperti WinRAR atau Windows Explorer secara langsung. Letakkan hasil extract tersebut pada drive internal (sebaiknya pada drive C ).
    image
  3. Jalankan file tor.exe yang terdapat dalam folder tor hasil ekstrak.
    image
  4. Setelah proses bootstrap menunjukkan 100%, jaringan tor sudah siap digunakan.
    image
     
    Catatan penting: Untuk setiap kali akan menggunakan jaringan tor, langkah ke-3 dan ke-4 harus selalu dilakukan.

Konfigurasi Perambah (Firefox)

  1. Unduh add-ons FoxyProxy pada alamat https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/foxyproxy-standard/
    image 

    image 

    image 

    image

  2. Setelah instalasi selesai, restart Firefox. Berikutnya, pada Firefox akan muncul icon FoxyProxy. Tekan dua kali pada icon tersebut.
    image
  3. Pada jendela yang muncul, pilih Add New Proxy
    image
  4. Pada jendela yang muncul, pilih tab Proxy Details, kemudian isi Host dan aktifkan SOCKS proxy seperti pada gambar di bawah. Setelah selesai pilih OK.
    image
  5. Klik kanan pada logo FoxyProxy kemudian pilih Use proxy “localhost:9050” for all URLs”
    image
  6. Kini perambah dapat membuka semua halaman, termasuk juga halaman yang diblokir
    image

Selamat mencoba. Open-mouthed smile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s