Faktor penentu performa dalam komputer


Banyak pengguna komputer sering mempertanyakan perihal komputernya yang lambat walaupun sudah menggunakan prosesor teranyar. Hal ini sangat wajar mengingat bahasa pemasaran yang digunakan untuk mengukur performa suatu komputer ditentukan oleh prosesor. Padahal prosesor bukanlah satu-satunya penentu performa suatu komputer. Mengapa?

Komputer dapat digolongkan sebagai suatu sistem. Sama halnya dengan berbagai sistem lain, komputer akan mendapatkan performa terbaik jika semua komponen dalam sistem tersebut berjalan dengan optimal. Jika dicontohkan pada suatu organisasi, maka organisasi tersebut akan berjalan dengan optimal hanya ketika semua komponen dapat bekerja sama dengan baik. Ketika salah satu bagian dari sistem yang digunakan tidak berjalan dengan baik, maka performa organisasi tersebut dipastikan tidak berjalan dengan optimal pula, walaupun pada organisasi tersebut ditempatkan aparat-aparat dengan SDM yang maju. Terkait dengan komputer sendiri, maka adalah wajar komputer tidak berjalan secara optimal ketika hanya prosesor yang anyar.

Lalu, sebenarnya apa saja komponen yang menentukan performa suatu komputer? Berikut beberapa komponen utama yang menentukan performa suatu komputer:


Prosesor

chips

Prosesor merupakan bagian inti pemrosesan dalam suatu komputer. Semua proses yang dilakukan oleh komputer pasti dilakukan oleh prosesor. Jika kita mengambil contoh dalam suatu pabrik, maka prosesor ini bisa kita samakan dengan mesin-mesin yang bekerja dalam pabrik tersebut. Semakin besar kapasitas dan kemampuan mesin yang digunakan, semakin banyak produk yang dihasilkan oleh pabrik tersebut.

Satuan yang saat ini umum digunakan untuk mengukur kecepatan kinerja prosesor ialah Hertz (Hz) yang pada dasarnya menyatakan jumlah operasi yang dapat dilakukan oleh prosesor dalam satu detik.  Sebagai contoh, prosesor dengan kecepatan 2 GHz akan mampu mengerjakan operasi sebanyak 2 Giga (109) yang setara dengan 2000000000 operasi dalam satu detiknya. Mengetahui hal ini, adalah sangat wajar ketika prosesor semakin besar, maka semakin cepat kinerja komputer tersebut.

Prosesor modern saat ini sudah memiliki lebih dari satu inti (core). Beberapa contoh yang umum di pasaran adalah dual core (memiliki dua inti) dan quad core (memiliki empat inti). Untuk mudahnya, inti prosesor tersebut bisa kita anggap sebagai prosesor tunggal yang mampu bekerja sendiri. Hal ini berarti, prosesor yang memiliki inti lebih dari satu mampu melakukan pemrosesan secara paralel sehingga pada akhirnya meningkatkan kinerja. Sebagai contoh, jika ada suatu prosesor quad core dengan kecepatan 2 GHz, maka operasi yang mampu dilakukan dalam satu detik ialah sebanyak 2000000000 x 4 atau setara dengan 8000000000.

RAM (Random Access Memory)

RAM_details

RAM merupakan komponen pendukung kinerja prosesor. Semua data yang akan diproses oleh prosesor akan ditampung terlebih dahulu di dalam RAM. Dalam hal ini bisa kita anggap sebagai gudang penyimpanan utama pada suatu pabrik. Dari paparan tersebut, memang belum terlihat pengaruh kecepatannya terhadap kinerja, tapi kalau misalnya ternyata gudang penyimpanan utama tersebut kapasitasnya tidak sebanding dengan kemampuan mesin pabrik, maka kinerja mesin pabrik tidak akan optimal dikarenakan ada jeda waktu yang diperlukan untuk menunggu pengisian kembali bahan ke dalam gudang. Hal yang sama pun bisa terjadi pada komputer. Ketika kapasitas RAM kecil maka akan membuat kinerja prosesor tidak maksimal dikarenakan ada jeda waktu untuk menunggu data yang diperlukan tersedia di dalam RAM.

RAM menggunakan satuan Byte, yang merupakan satuan besaran data. Bagi pengguna flash disk, sudah tidak asing dengan satuan MB atau GB yang pada dasarnya merupakan satuan yang juga digunakan untuk menentukan kapasitas RAM. Terkait dengan ilustrasi di atas, bisa kita perjelas dengan penggunaan flash disk terkait transfer data. Jika kita memiliki data ukuran 4 GB, sedangkan kapasitas flash disk yang dimiliki hanya 1 GB, maka kita perlu melakukan transfer sebanyak 4 kali sebelum data tersebut siap pakai. Tentunya hal ini membutuhkan waktu yang lebih lama jika dibandingkan dengan transfer 1 kali pada flashdisk yang berukuran 4GB. Namun, waktu transfer tidak akan berkurang walaupun ukuran flashdisk yang digunakan berukuran 8 GB, karena antar keduanya tetap membutuhkan waktu hanya sekali transfer. Kenyataan ini sekaligus menyatakan bahwa tidak selamanya peningkatan kapasitas RAM menjadikan kinerja komputer meningkat. Dalam hal ini, harus disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi kita. Untuk kebutuhan saat ini, pada umumnya RAM dengan kapasitas 3GB sudah lebih dari cukup1.

Saat ini sudah tersedia berbagai jenis RAM di pasaran, misalnya DDR, DDR2, DDR3, dan sebagainya. Pada dasarnya jenis-jenis RAM tersebut berbeda dalam hal kecepatan transfer data sehingga walaupun kapasitasnya sama, RAM dengan jenis tertentu akan menghasilkan performa yang lebih tinggi. Untuk saat ini, jenis RAM tercepat yang ada ialah RAM berjenis DDR4.

Bandwidth FSB (Front Side Bus)

FSB atau biasa disebut dengan Bus merupakan jembatan penghubung antara prosesor, RAM dan berbagai komponen yang ada di dalam komputer. Hampir semua komponen di dalam komputer berkomunikasi melalui jalur ini. Pada kasus yang sama di atas maka Bus ini bisa kita katakan sebagai jalan raya penghubung antara pabrik dengan gudang utama. Semakin lebar jalan raya yang tersedia, semakin lancar distribusi yang terjadi antara pabrik dan gudang. Hal serupa terjadi juga antara RAM dan prosesor, yakni perpindahan data yang digunakan dilakukan melalui bus ini.

Bus menggunakan satuan yang serupa dengan prosesor yakni Hz, namun terkait dengan bus satuan ini mewakili lebar data yang bisa ditransfer. Semakin tinggi angka bus ini, maka semakin lebar jalur yang dapat digunakan untuk terjadinya distribusi data dalam komputer. Sebagai ilustrasi, jika ada dua komputer yang memiliki prosesor dan RAM yang identik namun memiliki ukuran bus yang berbeda, maka kinerja terbaik akan dimiliki oleh komputer yang memiliki bus yang lebih besar.

Pada kenyataanya, bus ini mendapatkan perhatian yang sedikit oleh pengguna komputer. Salah satu alasannya ialah informasi tentang ukuran bus ini tidak dapat diketahui dengan mudah karena biasanya hanya tercantum dalam spesifikasi teknis komputer. Ini menjadi kendala tersendiri dalam menentukan performa akhir dari suatu komputer. Namun, seringkali bus inilah yang mengakibatkan perbedaan kinerja antara dua komputer yang memiliki spesifikasi serupa.

Faktor Lainnya

Selain tiga faktor utama di atas, ada beberapa hal lain yang mungkin berpengaruh terhadap kinerja komputer dalam kondisi tertentu. Salah satu yang utama ialah aplikasi yang digunakan. Aplikasi, baik itu adalah aplikasi sehari-hari maupun sistem operasi, dibuat dengan teknik tertentu. Teknik yang digunakan bisa jadi belum optimal untuk alat-alat tertentu. Misalnya, prosesor quad core mungkin belum bisa bekerja seoptimal prosesor dual core karena aplikasi yang digunakan memang dibuat untuk prosesor dual core. Hal ini memang di luar kendali pengguna, namun ini adalah salah satu alasan untuk tidak selalu kecewa dengan alat-alat teranyar karena bisa jadi aplikasi yang dijalankan memang belum disesuaikan untuk alat teranyar tersebut.


1Dengan asumsi Operating System yang digunakan adalah Windows 7 32 bit dan pemakaian adalah aplikasi office hingga multimedia standar.

2 thoughts on “Faktor penentu performa dalam komputer

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s